Kata
“Startup” sudah tidak asing lagi didengar lagi akhir akhir ini masyarakat
Indonesia banyak sekali membicarakan kata “startup” bahkan menjadi highlight di
beberapa media online. Lalu apasih yang dimaksud dengan “startup”? Kata Startup
sendiri merupakan serapan dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan atau proses
memulai sebuah organisasi baru atau usaha bisnis.
Mengutip
sumber dari Wikipedia, arti startup adalah merujuk pada perusahaan yang belum
lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan
yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk
menemukan pasar yang tepat. Dengan kata lain, mayoritas perusahaan-perusahaan
merupakan perusahaan yang baru saja didirikan dan berada dalam fase pengembangan
dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.
Jika
dulu startup disebut semua bisnis yang baru saja berjalan, tetapi saat ini arti
bisnis startup sudah tidak dimaksud & didefinisikan dengan maksud tersebut.
Saat ini, definisi arti dari Startup adalah sebuah usaha yang baru berjalan dan
menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan core business-nya &
memecahkan sebuah masalah di masyarakat. Sehingga memiliki sifat ‘disruptive’
didalam sebuah pasar / industri yang sudah ada atau bahkan menciptakan sebuah
industri baru.
Perkembangan
bisnis Startup di Indonesia bisa dikatakan cukup pesat dan menggembirakan.
Setiap tahun bahkan setiap bulan banyak founder (pemilik) Startup baru
bermunculan. Menurut dailysocial.net, sekarang ini terdapat setidaknya lebih
dari 1500 Startup lokal yang ada di Indonesia. Potensi pengguna internet
Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu lahan
basah untuk mendirikan sebuah Startup.
Berdasarkan
beberapa riset, pada tahun 2013 saja diperkirakan pengguna internet di
Indonesia mencapai 70 juta orang, bisa dibayangkan berapa jumlah user internet
Indonesia beberapa tahun kedepan. Selain itu daya beli masyarakat yang
meningkat seiring dengan naiknya pendapatan perkapita masyarakat negeri ini ikut
mempengaruhi perkembangan industri digital.
Menurut
Rama Mamuaya, CEO dailysocial.net, Startup di Indonesia digolongkan dalam tiga
kelompok yaitu
·
Startup pencipta game
·
Startup aplikasi edukasi
·
Startup perdagangan seperti e-commerce
dan informasi.
Indonesia
merupakan salah satu negara yang perkembangan startupnya begitu cepat meningkat
drastis bahkan jumlah startup di Indonesia terbanyak keempat di dunia. Setiap hari
bahkan selalu bermunculan startup baru ini mendakan fenomena bisnis startup
sangat digandrungi di jaman milenial sekarang. Startup dibagi menjadi 3 bagian
yaitu unicorn,decacorn dan hectacorn. Namun di pembahasan kali ini kita akan
mengupas unicorn dan decacorn
Dalam
debat Pilpres 2019 yang kedua, calon nomor urut 01 Joko Widodo sempat bertanya
kepada calon nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai caranya mendukung
pengembangan startup unicorn di Indonesia. Kata “unicorn” menjadi pembicaraan
yang menarik bahkan hingga menjadi trending topic di dunia twitter.
Unicorn
adalah istilah yang ditujukan bagi Perusahaan startup (rintisan) dengan nilai
valuasi bisnisnya telah mencapai 1 Miliar US Dollar. Berdasarkan data CB
Insight yang di update pada Januari 2019, jumlah Startup Unicorn mencapai lebih
dari 300 Perusahaan secara global dengan nilai valuasi mencapai 1.074 Miliar US
Dollar.
Indonesia
kebagian 4 Startup Unicorn yaitu Tokopedia, Traveloka, Go-Jek, dan Bukalapak.
Ke-empat Startup tersebut telah memiliki nilai valuasi bisnis di atas 1 Miliar
US Dollar. Berdasarkan Startup Ranking, saat ini Indonesia telah memiliki 2.041
Startup dimana empat diantaranya sudah menjadi Unicorn. Jumlah Startup di
Indonesia rupanya masih kalah jauh dengan Amerika Serikat yang telah memiliki
sekitar 46.491 Startup.
Sedangkan
untuk Decacorn adalah istilah yang ditujukan bagi Perusahaan rintisan dengan
nilai valuasi bisnis mencapai 10 Miliar US Dollar. Dari jumlah Startup Unicorn
berjumlah lebih dari 300 yang tersebar di seluruh dunia, 15 diantaranya telah
mencapai status Decacorn. Startup asal Amerika Serikat paling mendominasi dari
Startup Decacorn di seluruh dunia.
Adakah
Startup asal Indonesia yang masuk sebagai Decacorn saat ini? Sampai dengan hari
ini belum ada satupun Startup asal Indonesia yang masuk sebagai jajaran
Decacorn. Namun dalam waktu dekat ternyata Go-Jek yang akan menjadi Startup
Decacorn asal Indonesia pertama. Pasalnya saat ini nilai valuasi Go-Jek telah
mencapai di kisaran 9,5 Miliar US Dollar, hanya butuh setengah Miliar US Dollar
lagi untuk menuju Decacorn.
Jadi
berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulakan bahwa perbedaan uncorn dan
decacorn pada dunia startup adalah bahwa unicorn merupakan ‘kasta’ terendah
dimana pendapatan bisnisnya bernilai 1 miliar sedangkan decacorn menempati ‘kasta’
ke dua setelah unicorn dengan nilai pendapatannya sebesar 10 miliar. Setiap
tingkatan tersebut akan disandang Perusahaan Startup ketika nilai valuasi
bisnis mereka terus berkembang dan meningkat. Maka bukan hal aneh jika saat ini
Pemerintah terus mendukung penuh bisnis Startup di Indonesia agar mereka terus
berinovasi dan mampu bersaing secara global. Pemerintah bahkan juga menggolontorkan dana untuk reset teknologi guna mengembangkan startup yuk kaum milenial buat startup kamu sekarang juga
Refrensi :
Komentar
Posting Komentar