INOVASI SI DAN TEKNOLOGI INFORMASI MODERN
SISTEM PARKIR MANDIRI
NAMA
: NILAWATI SHINTIA
NPM
: 15115070
KELAS
: 2KA19
DOSEN
PENGAJAR : TITO PUTRA PRASETYO
FAKUTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI
INFORMASI
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2016/2017
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang
Jika
kita akan mengunjungi mall, hotel, rumah sakit atau tempat umum apapun dengan menggunakan kendaraan pastilah kita
memerlukan untuk parkir kendaraan kita yang aman tetapi, terkadang ketika kita
datang parkiran tersebut sudah penuh sehingga kita harus mencari lahan parkir
yang lain yang belum tentu aman untuk kendaraan kita. Selain itu lahan parkir
yang sempit juga menjadi kendala. Karena sempitnya lahan parkir terkadang
membuat kendaraan kita menjadi terbaret. Perusahaan-perusahaan baik besar
maupun kecil telah berbondong-bondong untuk menggunakan bantuan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam mendukung proses operasional perusahaan.
keberadaan komputer dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan telah
meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu. Salah satu contoh penerapan yang
paling sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah penerapan program
komputer dalam mengatur perparkiran di mall, plaza, gedung dan hotel.
Akhir-akhir ini, hampir seluruh mal, plaza, gedung dan hotel yang ada di kota
Jakarta ini menggunakan penerapan program komputer untuk mengatur proses
perparkiran. Program komputer tersebut sering disebut sebagai Sistem Informasi
Perparkiran. Sebelumnya, jika menggunakan proses manual untuk melakukan proses
pencatatan kendaraan yang masuk dan keluar, maka akan memakan waktu yang cukup
lama untuk melakukan proses analisis terhadap data kendaraan tersebut sehingga
tidak efisien. Kemungkinan lainnya yang dapat terjadi yaitu data yang dicatat
pada lembaran kertas tersebut dapat hilang, kotor, ataupun terbakar.
Maka untuk mengatasi
kekurangan-kekurangan tersebut, banyak perusahaan pengelolaan perparkiran telah
beralih ke program komputer. Data kendaraan yang masuk dan keluar akan di-input
oleh operator ke dalam komputer. Kemudian, berdasarkan data kendaraan yang
di-input tersebut, program komputer akan menganalisis dan memberikan berbagai
laporan yang dibutuhkan oleh manajemen perusahaan. Dengan adanya program
komputer ini, maka laporan-laporan yang didapatkan akan jauh lebih efektif,
efisien dan akurat dibandingkan dengan menggunakan sistem manual.
1.2 Permasalahan
Pada
sistem parkir secara manual cenderung mengakibatkan banyaknya masalah, dimana
bisa terjadinya pungutan biaya parkir yang berlebihan, dan cenderung operator
parkir ingin mencari keuntungan sebesar – besarnya dimana kurangnya pengawasan
operator parkir dengan kendaraan yang sedang di parkir. Dikarenakan operator
parkir cenderung hanya mengandalkan secarik kertas yang di tulis
plat nomer kendaraan yang sedang parkir, tanpa menghiraukan keamanan kendaraan
tersebut, baik kendaraan maupun accesories seperti kaca spion, dan spart part
kendaraan yang sedang berada di areal parkir dan tak jarang masih kecolongan
dengan hilangan kendaraan dan accesories kendaraan, dan pihak operator parkir
biasanya tidak bertanggung jawab dengan dalih ini ,kami hanya menyewakan tempat
dan tidak mengasuransikan kendaraan tersebut.
Maka dari itu parkir yang
sudah ada dapat dikembangkan sistem aplikasi parkir agar dapet
menekan terjadinya kecurangan para operarator parkir, terorganisir dan
terjaminya keamanan kendaraan yang terparkir diarea parkir, sehingga pemilik
kendaraan merasa nyaman parkir di tempat tersebut agar operator parkir lebih
cepat untuk mengelolah kendaraan yang sedang parkir di area parkir tersebut,
dan yang lebih penting memberikan rasa aman kepada pemilik kendaraan karena
sistim parkir yang menggunakan teknologi komputer.
Dengan
demikian maka, perumusan masalah dapat difokuskan pada poin utama yaitu :
1.
Bagaimana membuat sistem aplikasi
parkir agar dapat membantu pimpinan mengetahui jumlah mobil yang masuk, mobil
yang keluar, dan sisa mobil yang ada di areal perparkiran.
2.
Bagaimana membuat antrian mobil saat
masuk atau keluar parkir tidak terlalu panjang atau tidak terlalu lama.
3.
Bagaimana membuat untuk mengetahui
lahan parkir yang kosong
4.
Bagaimana membuat lahan parkir yang
sempit agar bisa di maxsimalkan kapasitasnya tetapi tanpa mengabaikan
keselamatan kendaraan.
5.
Bagaimana membuat sistem parkir
secara online dan berbasis mandiri
1.3 Tujuan
Tujuan dari
dibuatnya inovasi sistem parkir mandiri ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk memberi laporan kepada
pemimpin jumlah mobil masuk, jumlah mobil keluar dan sisa mobil di areal parkir
2.
Untuk membuat antrian mobil tidak
terlalu panjang
3.
Untuk mengetahui lahan parkir yang
kosong
4.
Untuk memaksimalkan lahan parkir
5.
Untuk membuat parkir berbasis
mandiri
1.4 Cara kerja
Dalam
sistem kerja parkir mandiri ini ada 4 tahapan yaitu:
1.
Kartu E-Parking
·
Membuat kartu e-parking bisa dengan
secara online tetapi untuk pencetakan kartu e-parking yaitu di bank yang sudah
bekerjasama dengan pemerintah agar lebih memudahkan dalam proses pembayaran.
2.
Pesan parkir
·
Aplikasi pesan parkir ini dapat di
download di smartphone
·
Jika sudah mempunyai akun pesan parkir maka bisa masukan username dan
password tetapi jika belum maka buat dengan memasukkan:
Nama,alamat,no.ktp,no.e-parking,email
dan no plat mobil
·
Kalo sudah login maka pilih tempat
yang kamu tuju semisal mall, rumah sakit, apartement dan lain sebagainya
menggunakan gps
·
Lalu akan mendapatkan no parkir
semisal b10
·
Setelah dapat no parkir maka kamu
akan mendapatkankan barcode
·
Barcode yang sudah di dapatkan maka
kamu connect kin ke chip menggunakan wirelless yang ada di depan spakboar mobil
kamu.
*keterangan:
Chip
yang ada di spakboar mobil gunanya untuk membaca barcode sehingga nantinya
palang parkir dapat terbuka dan juga dapat membaca barcode ke panel sehingga
panel dapat mengetahui tempat parkir yang sudah dipesan
3.
Cara masuk mobil
·
Setelah sampai ditempat parkir maka
palang parkir akan mensensor barcode yang kamu punya. Jarak sensor ini sekitar
kurang lebih 1 meter dan palang parkir akan terbuka dengan sendirinya
·
Semisal kamu dapat tempat parkir
mobil yang bertingkat maka kamu akan memasuki lift. Posisi mobil harus sesuai
dengan garis pembatas yang sudah ditentukan kalau tidak sesuai maka sensor akan
berbunyi dan lift tidak akan bekerja
·
Jika mobil telah memasuki lift maka
mobil akan dimasukan ke sebuah panel lalu panel itu akan mensensor barcode kamu
lagi guna untuk mencari tempat parkir yang sudah kamu pesan,setelah barcode
terbaca maka mobil kamu akan di naikan secara otomatis
4.
Cara mengeluarkan mobil
·
Barcode yang kamu punya di
smartphone kamu sensorin di panel tadi
·
Lalu mobil akan diturunkan
menggunakan lift
·
Jika mobil sudah sampai di lantai
dasar plat lift akan berputar 180 derajat hingga membuat bagian depan mobil
mengarah ke pintu keluar
·
Ketika keluar palang parkir akan
mensensor barcode sehingga palang parkir terbuka.
*Keterangan:
Setelah keluar dari parkir maka
barcode yang di chip maupun di smartphone akan otomatis terhapus. Barcode
tersebut di transfer otomatis ke aplikasi bank tempat kamu bayar e-parking guna
bukti pembayaran e-parking kamu.
1.5 Alat
Yang Dibutuhkan
·
Chip
·
Internet
·
Gps
·
Database
·
Aplikasi
pesan parkir
·
Kartu
e-parking
·
Alat
sensor untuk mendeteksi barcode
·
Parkiran
bertingkat (sifatnya opsional)
1.6 Kekurangan
dan Kelebihan Sistem parkir mandiri
·
Kekurangan
Jika ada sistem yang
error maka akan menyebabkan semuanya menjadi terhambat misal dalam hal ini
seperti internet dari lahan parkiran tiba-tiba mati sehingga parkiran menjadi
off. Selain itu disini juga mengurangi tenaga kerja dalam perparkiran
·
Kelebihan
Semuanya menjadi
cepat,aman,efisien dan terkendali
1.7 Manfaat
Sistem Parkir Mandiri
·
Dengan
adanya sistem parkir berbasis mandiri ini diharapkan masyarakat tidak perlu
mengantri parkir terlalu panjang sehingga dapat menghemat waktu
·
Selain
itu juga kendaraan di parkir secara aman sehingga pemilik kendaraan tidak pelu
khawatir.
·
Pemilik
kendaraan juga bisa mengetahui lahan parkir kosong atau tidak agar tidak perlu
repot-repot mencari parkir yang kosong lagi.
·
Pemilik
tempat lahan parkir dapat memaksimalkan lahan parkinya dengan membuat parkir
bertingkat.
·
Masyarakat
juga tidak perlu khawatir akan adanya pungutan liar dari parkir Karena semua
itu sudah berbasis sistem sehingga dapat dilihat harga parkirnya
Komentar
Posting Komentar